Jumat, 12 April 2013

Penerjemah Terbaik pesaing Online: Google, Bing & Yahoo


Google telah mengangkat game-nya dengan memperkenalkan perangkat lunak Terjemahan dalam Google Goggles. Mereka mengumumkan fitur baru pada Official Google Mobile Blog mereka baru-baru ini. Google Goggles adalah di shell kacang sebuah aplikasi yang memungkinkan Anda untuk mengambil foto dari sebuah tempat yang tidak diketahui atau item, dan akan menggunakannya untuk membandingkan dengan informasi di internet. Hal ini kemudian akan kembali kepada Anda semua informasi terkait tempat yang tidak diketahui atau item. Apa yang Google lakukan sekarang adalah untuk memungkinkan Anda untuk mengambil foto dari sebuah teks Spanyol di dunia nyata, dan kemudian menunjukkan teks yang diterjemahkan (misalnya dalam Bahasa Inggris). Bayangkan dilema yang Anda hadapi ketika Anda berada di sebuah restoran Polandia denganbahasa Polandia menu-satunya. Jadi, dengan fungsi baru, Anda akan dapat titik kamera ponsel Anda ke menu, dan mendapatkan Terjemahan Bahasa Inggris kembali dalam hitungan detik. Bagaimana keren adalah bahwa? Mengapa Kita Apakah Jadi panik Mencari Solusi Terjemahan Bahasa?

Semua dari kita memiliki mendambakan penerjemah universal seperti yang terlihat pada Star Trek. Sebagian besar dari kita percaya bahwa jika kita dapat saling memahami dengan sempurna, kita akan memiliki perdamaian abadi. Banyak ilmuwan telah bekerja pada teknologi untuk membuat mungkin. Penelitian telah berlangsung untuk jangka waktu yang panjang, tapi kami tidak mendapatkan apapun lebih dekat. Baru-baru ini, peneliti bahasa Amerika memprediksi bahwa kita akan memiliki program terjemahan yang akan memahami apa yang kita katakan dalam 10 tahun mendatang. Namun, program ini hanya akan mampu menerjemahkan bidang tertentu subjek seperti tenis atau petunjuk arah mengemudi. Teknologi ini masih didasarkan pada statistik. Apa artinya adalah bahwa program ini akan membandingkan apa yang baru saja dikatakan satu juta entri dalam database-nya. Dari sana, dapat mempersempit untuk mengidentifikasi apa yang Anda benar-benar berarti. Jadi saya kira Star Trek yang universal penerjemah akan harus menunggu beberapa saat lagi.

Pertanyaan berikutnya: Mengapa begitu sulit untuk menciptakan sebuah teknologi yang dapat menerjemahkan dengan sempurna? Jawabannya terletak, pertama, dalam cara kita menggunakan bahasa tersebut. Penggunaan bahasa selalu berubah. Ini adalah evolusi konstan bahasa yang membuat hampir tidak mungkin untuk membuat perangkat lunak tersebut. Ini masih mungkin jika kita dapat membuat Kecerdasan Buatan yang setara dengan otak manusia. Kedua, adalah penggunaan tata bahasa. Kata-kata dapat disatukan dalam jutaan kombinasi. Kombinasi yang berbeda juga membawa arti yang berbeda. Itulah alasan mengapa Anda selalu mendapatkan beberapa kalimat yang tidak masuk akal dari perangkat lunak terjemahan internet. Namun, ketika datang ke terjemahan kata tunggal, perangkat lunak benar-benar tempat-on. Oleh karena itu, pelajaran di sini adalah bahwa perangkat lunak terjemahan adalah kamus mengagumkan, tetapi tidak pada semua besar dalam kalimat menafsirkan.

Percobaan A Sedikit Terjemahan
Dalam rangka untuk membuktikan poin saya, saya telah menemukan tes kecil. Saya menggunakan kalimat berikut sebagai teks asli "Artikel ini adalah tentang bagaimanaperangkat lunak penerjemahan yang digunakan untuk mengubah dunia kita dengan cara yang kita tidak bisa membayangkan."
Google Translate
Este seni culo trata sobre el c mo perangkat lunak de traducci n est siendo utilizado alinea transformar nuestro mundo en que formas tidak podemos imaginar.
Menerjemahkan kembali ke - "Artikel ini adalah tentang bagaimana perangkat lunak penerjemahan yang digunakan untuk mengubah dunia kita dengan cara yang kita tidak bisa membayangkan."
Bing Penterjemah
Este es culo seni sobre el c mo perangkat lunak de traducci n se est utilizando alinea transformar nuestro mundo de maneras que podemos imaginar.
Menerjemahkan kembali ke - "Artikel ini adalah tentang bagaimana perangkat lunak penerjemahan yang digunakan untuk mengubah dunia kita dengan cara yang dapat kita bayangkan."
Yahoo Babel Fish
Este seni culo sobre est c mo perangkat lunak el de la traducci n se est utilizando alinea transformar nuestro mundo de maneras que tidak ada imaginarnos podemos.
Menerjemahkan kembali ke - "Artikel ini adalah amplop bagaimana perangkat lunak terjemahan yang digunakan untuk mengubah dunia kita cara yang kita tidak bisa membayangkan kepada kami."
Kesimpulan
Dengan demikian, Anda dapat melihat bahwa Yahoo Babel Fish cacat serius dalam tata bahasa. Bing Translator adalah memberi kita arti yang salah dan benar-benar bertentangan. Namun, Google Translatetidak cukup ok kecuali kesalahan ejaan. Jadi, siapa pemenangnya? Aku akan membiarkan Anda memutuskan apakah Anda akan mempercayakan semua terjemahan bisnis Anda ke perangkat lunak terjemahan internet.
Sayangnya, solusi yang ada dan memiliki track record yang terbukti adalah penerjemah manusia. Ini harus sangat jelas sebagai Bangsa Serikat masih mempekerjakan ribuan penerjemah profesional untuk bertindak sebagai jembatan antara para pemimpin bangsa. Jika Anda ingin mendapatkan terjemahan dilakukan dengan benar, manusia akan hampir pasti menjadi bagian dari persamaan.

Tentang google.translate


   Translate google

    Google Terjemahan  (bahasa Inggris: Google Translate) adalah layanan yang disediakan oleh Google Inc. untuk menerjemahkan bagian teks atau halaman web dalam satu bahasa ke bahasa lain. Untuk beberapa bahasa, pengguna diminta untuk memberikan terjemahan alternatif, seperti untuk istilah teknis, yang akan dimasukkan untuk pembaruan dalam proses penerjemahan selanjutnya.

Tidak seperti layanan terjemahan lain seperti Babel Fish dan AOL yang menggunakan SYSTRAN, Google menggunakan perangkat lunak terjemahan sendiri.
Google Terjemahan, seperti alat terjemahan otomatis lain, memiliki beberapa keterbatasan. Meskipun dapat membantu pembaca untuk memahami isi umum dari teks bahasa asing, tetapi tidak memberikan terjemahan akurat.
Google melakukan penerjemahkan dengan pendekatan yang disebut penerjemahan berdasar statistik. Penerjemahan demikian merupakan hasil penelitian Franz-Josef Och yang telah memenangkan kontes DARPA untuk kecepatan mesin terjemahan pada tahun 2003. Sekarang Och menjadi kepala departemen mesin penerjemah Google.

          Menurut Och, untuk mengembangkan sistem mesin penerjemah berdasar statistik bagi dua bahasa diperlukan suatu koleksi teks paralel dalam dua bahasa tersebut yang terdiri lebih dari satu juta kata dan dua koleksi teks lainnya untuk masing-masing bahasa yang terdiri lebih dari satu miliar kata. Model statistik dari data ini kemudian digunakan untuk melakukan penerjemahan antar bahasa-bahasa tersebut.
          Untuk memperoleh data linguistik dalam jumlah sangat besar ini, Google menggunakan dokumen-dokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tersedianya Bahasa Arab dan Cina sebagai bahasa resmi PBB mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Google Terjemahan pada awalnya difokuskan pada pembuatan terjemahan antara bahasa Inggris dengan bahasa-bahasa tersebut, dan bukan, misalnya dengan Bahasa Jepang atau Jerman, yang bukan merupakan bahasa resmi di PBB. Perwakilan Google sangat aktif dalam konferensi lokal di Jepang meminta para peneliti untuk memberi mereka koleksi teks paralel. 

Mulai 25 September 2008, Google Terjemahan telah memasukkan Bahasa Indonesiake dalam pilihan bahasa yang bisa diterjemahkan ■ Google Translate
Google Translate adalah software penerjemah bahasa manusia yang dibuat oleh Google. Beralamat di http://translate.google.com. Google Translate diperkenalkan pada tanggal 28 April 2006 untuk bahasa Arab. Software translasi ini juga tersedia sebagai apli­kasi Android dan iOS. Bahasa Indo­nesia sendiri mendapat support sejak 25 September 2008.

(+) Kelebihan
1.Mudah diakses
2.Cepat
3.Dapat membantu kita dalam menerjemahkan
4.Dapat belajar bahasa asing
5.Bisa semua bahasa
6.Terdapat suara membaca terjemaahan


(-) Kekurangan
1.Kadang-kadang google hanya  menerjemahkan perkata saja.
2.Hasil terjemahan kadang kurang baku.
3.Dibutuhkan sedikit pengetahuan tentang grammar atau susunan kata untuk mengantisipasi perubahan   makna kalimat.
4.Struktur atau susunan kata tiap-tiap bahasa berbeda-beda.
5.kalimat yang diterjemahkan mungkin tidak sesuai dengan maksud sebenarnya
Google translate, satu lagi.

Keunggulan Google adalan mudah untuk mengaksesnya dan mudah menerjemahkan nyakita dapat mengerti dengan bahasa asing dengan semua bahasa dan terdapat suara membaca terjemahan berbagai bahasa asin. yang sangat bermanfaat untuk menejemahkan kata
  Dan kita dapat mengakses dengan mudah dengan masuk ke websitehttp://translate.google.com.
    Kekurangan google.transalate yaitu terkadang hanya perktaannya saja , kakata-katanya pun kadang kurang baku ,stuktur bahasa yang berbeda-beda ,karenakalimat yang direjemahkan mungkin sesuai dengan maksud sebenarnya ,dan terkdang kata-katanya tidak selalu kita pahami .


Cara menggunakan Google translate :
1. Cari teks atau artikel yang akan kita terjemahkan
2. Buka 
http://translate.google.com
3. Pilih tab "Text and Web"


                                                                                      
4. Copy teks atau artikel yang akan kita terjemahkan
5. Paste di text field yang disediakan

6. Pilih bahasa asal dan bahasa tujuan yang ada dibawah text field
7. Klik tombol "Translate"
8. Hasil terjemahan akan muncul disamping kanan text field

Demikian cara menerjemahkan teks atau artikel dari bahasa inggris ke bahasa indonesia.

Kesimpulan

Google Translate adalah software penerjemah bahasa manusia yang dibuat oleh Google. Beralamat di http://translate.google.com. Google translate sangat berguna bagi siapa saja yang tidak begitu mengerti dengan bahasa asing karena dengan Google translate kita bisa membaca hampir semua website dengan bahasa kita .
             kita dapat mempermudah bahasa atau kata-kata yang sulit kita ketahui ,
  Dan kita dapat mengakses dengan mudah dengan masuk ke websitehttp://translate.google.com
Google Translate mempunyai kebihan dan kekurangan , kelebihan kita mudah mengak sesnya dan mempelajari bahasa yang kita tidak mengerti tetapi kekuranya dalan bahasa atau kata-katanya sangat berbeda dan terkadan ridak terlalu baku .

Fakta Unik Google Translate

Google Translate adalah salah satu aplikasi dari google INC yang disediakan untuk menerjemahkan kata, kalimat dan dapat digunakan menerjemahkan situs atau blog dari satu bahasa ke beberapa bahasa. Untuk beberapa bahasa, pengguna diminta untuk memberikan terjemahan alternatif, seperti untuk istilah teknis, yang akan dimasukkan untuk pembaruan dalam proses penerjemahan selanjutnya.

       Google Terjemahan, seperti alat terjemahan otomatis lain, memiliki beberapa keterbatasan. Meskipun dapat membantu pembaca untuk memahami isi umum dari teks bahasa asing, tetapi tidak memberikan terjemahan akurat.  Google melakukan penerjemahkan dengan pendekatan yang disebut penerjemahan berdasar statistik. Penerjemahan demikian merupakan hasil penelitian Franz-Josef Och yang telah memenangkan kontes DARPA untuk kecepatan mesin terjemahan pada tahun 2003. Sekarang Och menjadi kepala departemen mesin penerjemah Google. (wiki)
  
       Namun pernahkah kalian menemukan fakta-fakta unik yang di temui dalam penerjemahan bahasa di google translate ini ?


  1. Google translate ternyata seorang cewe!
    Coba ketik: saya cinta dia.
    Kata google: I love him.
    Him adalah kata ganti pria dalam bahasa Inggris, yang ngucapin saya cinta dia (laki-laki) berarti seorang wanita. Entahlah kalo google translate itu seorang maho.
  2. Google translate juga tahu kata-kata kotor.
    - Coba ketik (sorry menyoray ya...) k*nt*l dalam bahasa Inggris, kemudian liat terjemahnya ke bahasa Indonesia.
    - Terus dari Indonesia ke Inggris: ketik "apaan?" liat aja artinya ndiri...
  3. kok Facebook?
    Coba ketik "up" dalam bahasa Inggris, terjemahkan ke Indonesia, hasilnya : Facebook. Datang darimana ne terjemah...?

    Fight up
    Bitch up
    tes aja deh... itu lah contoh-contoh konyol dari terjemahannya google translate...
    Bukan cuma "up", ternyata "agar" juga artinya facebook

  4. Ternyata google translate bisa ngatain kita...
    Coba translate dari bahasa Pilipino ke Bahasa Indonesia: jelek lo
    Terus, liat apa kata mbah...
  5. Ngaco-nya translate Google Terjemah
    Coba translate dari Indonesia ke Inggris: aku mau sih ==> I'm going to hell, gw pengen ke neraka
  6. Kalo Google terjemah ngomong
    -Translate dari Indonesia ke Jepang: wwwwwwwwwwwwwwwwwwwww atau pppppppppppppppppppppp, kemudian klik button "simak" dengerin dah cara ngomongnya, lucu...
    - Translate dari Indonesia ke Cina: kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk atau xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx terus "simak" ==> kaya bunyi orang nembak pelor...
  7. Google translate gak kenal Singapur sama thailand
    Coba ketik "singapore" (pake huruf "s" kecil) translate dari Inggris ke Portugis
    Coba ketik "thailand." (pake tanda titik di ujung) translate dari Inggris ke latin
  8. Google sombong dan tidak berperikemanusiaan
    Coba terjemahkan dari bahasa Indonesia ke Inggris: "orang yang kesusahan" kata Google: "who cares" wah... gak bener nih...
  9. Coba deh translate dari Inggris ke Indonesia: "Next The Largest Community" hasilnya ==> wow... Next Kaskus Google pun tahu komunitas terbesar di Indonesia
  10. Yang terakhir ini yang buat aku ngakak kawan =)) , coba deh ketik 'didi kempot' di google translate dari bahasa indonesia ke english.. coba lihat hasilnya kak.. terus kasih komentar di sini ya :D

Metodologi Penerjemahan Google Translate


Google Translate tidak menerapkan aturan tata bahasa, karena algoritma yang digunakan berdasarkan analisis statistik dan bukan analisis berbasis-aturan tradisional. Memang, pencipta asli sistem ini, Franz Josef Och, telah mengkritik efektivitas berbasis aturan algoritma yang mendukung pendekatan statistik. Hal ini didasarkan pada metode yang disebut terjemahan komputer berdasarkan statistik, dan lebih khusus lagi, penelitian oleh Och yang memenangkan kontes DARPA untuk kecepatan mesin terjemahan pada tahun 2003. Dia sekarang adalah ketua kelompok terjemahan mesin Google.
Google tidak menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain (L1 → L2), tetapi sering diterjemahkan pertama kali ke bahasa Inggris dan kemudian ke bahasa sasaran (L1 → EN → L2). Namun, karena bahasa Inggris, seperti semua bahasa manusia, adalah ambigu dan tergantung pada konteks, hal ini dapat menyebabkan kesalahan penerjemahan. Misalnya, menerjemahkanvous dari Prancis ke Rusia memberikan vous → you → ты OR Bы / вы. Jika Google menggunakan bahasa buatan sebagai perantara, akan menjadi vous → Anda → Bы / вы ATAU tu → thou → ты.Pemberian imbuhan kata seperti itu akan menegaskan perbedaan makna yang ada. Oleh karena itu, penulisan dalam bahasa Inggris, menggunakan kata-kata yang tidak ber-dwimakna, yang memberikan konteks, menggunakan ekspresi seperti “you all” sering membuat terjemahan satu langkah lebih baik.
Bahasa-bahasa berikut tidak memiliki terjemahan Google langsung ke atau dari bahasa Inggris. Bahasa-bahasa ini diterjemahkan melalui bahasa antara selain melalui bahasa Inggris:
  • Belarusia (be ↔ en ↔ ru ↔ lainnya)
  • Catalan (ca ↔ en ↔ es ↔ lainnya)
  • Galician (gl ↔ pt ↔ en ↔ lainnya)
  • Haiti Creole (ht ↔ fr ↔ en ↔ lainnya)
  • Macedonia (mk ↔ bg ↔ en ↔ lainnya)
  • Slowakia (sk ↔ cs ↔ en ↔ lainnya)
  • Ukraina (uk ↔ en ↔ ru ↔ lainnya) [62]
  • Urdu (ur ↔ hi ↔ en ↔ lainnya)
Mengabaikan tata bahasa dapat menyebabkan kesalahan. Sebagai contoh, perhatikan kalimat berikut:
Пишет (orang ketiga: it writes) вам (dativ: to you (all)) письмо (letter)семья (family) Дарьи (genitive: of Daria).
Berdasarkan urutan kata, Google menerjemahkan: You wrote a letter to family Darya.
Berdasarkan deklension (fungsi kata), artinya: [it's] Daria’s family [that]writes you a letter, justru sebaliknya.
Google mengambil you untuk to you, Daria untuk of Daria serta to the family untuk the family.
Ketika menerjemahkan kembali ke bahasa Rusia, meski begitu, Google mengatakan: Семья Дарьи пишет вам письмо.
Itu benar karena Google memahami urutan kata bahasa Inggris.
Menghormati urutan kata yang sama seperti dalam bahasa Inggris atau menerbitkan dalam bahasa Inggris seperti di atas dapat membantu.
Menurut Och, dasar yang kokoh untuk mengembangkan sistem penerjemahan mesin statistikal untuk pasangan bahasa baru dari awal, akan terdiri dari korpus teks bilingual (atau koleksi paralel) lebih dari satu juta kata, dan dua korpora monolingual dari masing-masing bahasa sebanyak lebih dari satu miliar kata.Model statistik dari data ini kemudian digunakan untuk menerjemahkan bahasa-bahasa tersebut.
Untuk mendapatkan ini sejumlah besar data linguistik, Google menggunakan dokumen PBB. PBB biasanya menerbitkan dokumen dalam enam bahasa resmi PBB, yang menghasilkan korpus 6-bahasa yang sangat besar.
Perwakilan Google telah terlibat dengan konferensi domestik di Jepang di mana ia telah mengumpulkan data bilingual dari para peneliti.
Kajian Google Translate
Tak lama setelah meluncurkan layanan penerjemahan, Google memenangkan kompetisi internasional untuk terjemahan mesin Inggris-Arab dan Inggris-Cina.
Kesalahan dan keanehan penerjemahan Google Translate
Karena Google Translate menggunakan pencocokan statistik untuk menerjemahkan dan bukan pendekatan aturan kamus atau tata bahasa, teks terjemahan seringkali menampilkan kesalahan yang jelas dan tampak tidak masuk akal, sering tertukar istilah untuk istilah umum yang serupa tapi tak sepadan dalam bahasa lain, dan juga membalikkan makna kalimat. Juga, untuk kemampuan bicara, Google Translate hanya menggunakan bahasa Perancis Eropa serta Amerika Latin Spanyol di seluruh dunia, namun keduanya Eropa dan Portugis Brazil (Eropa untuk translate.google.pt dan Brasil untuk semua situs Google Translate lainnya).
Google Translate Google Translate

Sumber:

SEMANTIC TRANSLATION ERRORS AS A RESULT OF GOOGLE TRANSLATE (A CASE OF ERRORS OF TRANSLATION ON HOMONYMOUS AND POLYSEMOUS WORDS IN BAHASA INDONESIA)


Abstract


Nur Jamilah
University Of Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang
keeplighting_mila@yahoo.com

Abstrak
Inti penerjemahan adalah mencari kesepadanan antara bahasa sumber (SL) dan bahasa sasaran (TL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjemahan kata homonim dan polisemi dalam Bahasa Indonesia (SL) ke dalam bahasa Inggris (TL) melalui program Google Translate. Penelitian ini difokuskan pada pengamatan terhadap kesalahan semantik umum, khususnya kesalahan semantik yang disebabkan oleh program GoogleTranslate ini. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah semantik, penerjemahan, homonimi dan polisemi, dan ambiguitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Program Google Translate cenderung secara harfiah daripada kontekstual. Hal ini menyebabkan ambiguitas. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan penelitian selanjutnya akan menganalisis berbagai makna kalimat, seperti makna pragmatis, makna disengaja, makna konotatif, makna denotatif, makna sosial, makna deiktik, dsb. Selain itu, diharapkan bahwa riset ini berguna bagi programmer komputer untuk membuat program baru yang canggih untuk meminimalisir kesalahan dalam penerjemahan.
Kata Kunci: homonimi, polisemi, Google Translate
Abstract
Translation should consider the equivalent text between the first language (SL) and the second language (TL). The study tries to analyze the translation of homonymous and polysemous words in Bahasa Indonesia into English by Google Translate program. It observes the common semantic errors, more specifically the semantic causes of errors, resulted from the program. The theories used to analyze homonymous and polysemous words structure errors of Google Translate translation are semantics, translation, homonymy and polysemy, and ambiguity. This study applies a descriptive qualitative method. Google Translate tends to translate literally rather than contextually. This causes lexical ambiguity. Based on the result of the study, it is expected that the next research will analyze the various meaning in sentence, such as pragmatic meaning, intentional meaning, connotative meaning, denotative meaning, social meaning, deictic meaning, and so on. Furthermore, it is expected that it will be useful for computer programmer to create new advanced programs in order to minimize errors.
Key Words: Homonymy, Polysemy, Google Translate

TAHAP-TAHAPAN PENELITIAN KUALITATIF MATA KULIAH ANALISIS DATA KUALITATIF

TAHAP-TAHAPAN PENELITIAN KUALITATIF
MATA KULIAH ANALISIS DATA KUALITATIF
Oleh;
Asep Suryana, M.Pd.

JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
20071

A. PENDAHULUAN
Ada dua pendekatan dalam penelitian, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitaif.  Metode atau  pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang mengkuantifikasi temuan-temuan kedalam angka-angka dan analisis datanyamenggunakan statistik sebagai alat.  Adapun wawancara dan dokumentasi dalam pendekatan ini hasilnya dikuantifikasikan ke dalam angka-angka yang sudah ditentukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Metode penelitian kualitatif adalah pendekatan yang temuan-temuan penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk perhitungan lainnya, prosedur ini menghasilkan temuan-temuan yang diperoleh dari data-data yang dikumpulkan dengan menggunakan beragam sarana.  Sarana itu meliputi pengamatan dan wawancara, namun bisa juga mencakup dokumen, buku, kaset video, dan bahkan data yang telah dihitung untuk tujuan lain, misalnya data sensus.

Pendekatan kualitatif, dan maupun pendekatan kuantitatif pada dasarnya dalam langkah-langkahnya bagi peneliti itu sendiri mana yang dipilih, yang terpenting adalah memahami dan tahu landasan filsafat ilmu yang mana untuk metodologi penelitian yang digunakannya; sehingga peneliti menyadari dalam beberapa hal.  Pertama sadar filsafati, artinya peneliti sadar menggunakan pendekatan filsafat ilmu yang mana.  Kedua sadar teoritik,  artinya peneliti sadar teori penelitian atau model mana yang digunakan.  Ketiga sadar teknis, artinya peneliti mampu memilih teknik penelitian yang tepat.

Setelah memahami semua itu, peneliti selanjutnya dapat menentukan langkah-langkah/tahap-tahapan dalam penelitian.  Dalam penelitian kualitatif langkah-langkah/tahap-tahapan itu secara garis besar dibagi kedalam tiga bagian, yaitu; 1) Tahapan persiapan/pra-lapangan, 2) Tajapan pekerjaan lapangan, dan 3)  Tahapan analisis data.  Bila dilihat, maka tidak ada bedanya dengan tahapan yang dilakukan pada pendekatan kuantitatif.  Akan tetapi yang membedakannya adalah di dalam isi masing-masing tahapan tersebut,  terutama dalam pekerjaan lapangan dan analisis data.2

B. TAHAPAN PENELITIAN KUALITATIF
Ada beberapa pendapat dalam memperinci tahapan kegiatan kualitatif, seperti yang dikemukakan oleh John W. Creswell dalam bukunya  Research Design; Qualitative and Quantitative Approaches (1994), menyebutkan bahwa tahapan atau prosedur dalam pendekatan kualitatif meliputi langkah-langkah sebagai berikut;
1. The Assumptions Of Qualitative Designs
2. The Type of Design
3. The Researcher’s Role
4. The Data Collection Procedures
5. Data Recording Procedures
6. Data Analysis Procedures
7. Verification Steps

8. The Qualitative Narrative
Sedangkan dari Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang diterjemkan oleh Tjetjep Rehendi R. yang berjudul Analisi Data Kualitatif (1992), tahap-tahapan penelitian kualitatif itu meliputi langkah-langkah sebagai berikut;

1) Membangun Kerangka Konseptual
2) Merumuskan Permasalahan Penelitian
3) Pemilihan Sampel dan Pembatasan Penelitian
4) Instrumentasi
5) Pengumpulan Data
6) Analisis Data
7) Matriks dan Pengujian Kesimpulan.

Pendapat lain dari Dr. Endang S Sedyaningsih Mahamit (2006) tahapan penelitian kualitatif meliputi;
1) Menentukan permasalahan
2) Melakukan studi literatur
3) Penatapan lokasi
4) Studi pendahuluan
5) Penetapan metode pengumpulan data; observasi, wawancara, dokumen, diskusi terarah
6) Analisa data selama penelitian
7) Analisa data setelah; validasi dan reliabilitas
8) Hasil; cerita, personal, deskrifsi tebal, naratif, dapat dibantu table frekuensi.

Dari beberapa pendapat tersebut, maka saya coba untuk membahas tahaptahapan penelitian kualitatif itu meliputi langkah-langkah sebagai berikut;

A) PERSIAPAN
1) Menyusun rancangan penelitian
Penelitian yang akan dilakukan berangkat dari permasalahan dalam lingkup peristiwa yang sedang terus berlangsung dan bisa diamati serta diverifikasi secara nyata pada saat berlangsungnya penelitian.  Peristiwa-peristiwa yang diamati dalam konteks kegiatan orang-orang/organisasi.

2) Memilih lapangan
Sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian, maka dipilih lokasi penelitian yang digunakan sebagai sumber data, dengan mengasumsikan bahwa dalam penelitian kualitatif, jumlah (informan) tidak terlalu berpengaruh dari pada konteks. Juga dengan alasan-alasan pemilihan yang ditetapkan dan rekomendasi dari pihak yang berhubungan langsung dengan lapangan, seperti dengan kualitas dan keadaan sekolah (Dinas Pendidikan).   Selain didasarkan pada rekomendasi-rekomendasi dari pihak yang terkait juga melihat dari keragaman masyarakat yang berada di sekitar tempat yang menempatkan perbedaan dan kemampuan potensi yang dimilikinya.  

3) Mengurus perizinan
Mengurus berbagai hal yang diperlukan untuk kelancaran kegiatan penelitian.  Terutama kaitannya dengan metode yang digunakan yaitu kualitatif, maka perizinan dari birokrasi yang bersangkutan biasanya dibutuhkan karena hal  ini akan mempengaruhi keadaan lingkungan dengan kehadiran seseorang yang tidak dikenal atau diketahui.  Dengan perizinan yang dikeluarkan akan  mengurangi sedikitnya ketertutupan lapangan atas kehadiran kita sebagai peneliti. 

4) Menjajagi dan menilai keadaan
Setelah kelengkapan administrasi diperoleh sebagai bekal legalisasi kegiatan kita, maka hal yang sangat perlu dilakukan  adalah proses penjajaganlapangan dan sosialisasi diri dengan keadaan, karena kitalah yang menjadi alat utamanya maka kitalah yang akan menetukan apakah lapangan merasa terganggu sehingga banyak data yang tidak dapat digali/tersembunyikan/disembunyikan, atau sebaliknya bahwa lapangan menerima kita sebagai bagian dari anggota mereka sehingga data apapun dapat digali karena mereka tidak merasa terganggu.

5) Memilih dan memanfaatkan informan
Ketika kita menjajagi dan mensosialisasikan diri di lapangan, ada hal penting lainnya yang perlu kita lakukan yaitu menentukan patner kerja sebagai “mata kedua” kita yang dapat memberikan informasi banyak tentang keadaan lapangan.   Informan yang dipilih harus benar-benar orang yang independen dari orang lain dan kita, juga independen secara kepentingan penelitian atau kepentingan karier. 

6) Menyiapkan instrumen penelitian
Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah ujung tombak sebagai pengumpul data (instrumen).  Peneliti terjun secara langsung ke lapangan untuk mengumpulkan sejumlah informasi yang dibutuhkan.  Peneliti sebagai intrumen utama dalam penelitian kualitatif, meliputi ciri-ciri sebagai berikut :

a. Peneliti sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dan lingkungan yang bermakna atau tidak dalam suatu penelitian;
b. Peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri dengan aspek keadaan yang dapat mengumpulkan data yang beragam sekaligus;
c. Tiap situasi adalah keseluruhan, tidak ada instrumen berupa test atau angket yang dapat mengungkap keseluruhan secara utuh;
d. Suatu interaksi yang melibatkan interaksi manusia, tidak dapat difahami oleh pengetahuan semata-mata;
e. Peneliti sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh;
f. Hanya manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan dari data yang diperoleh;
g. Dengan manusia sebagai instrumen respon yang aneh akan mendapat perhatian yang seksama. (Sanafiah Faisal:1990)

Dalam rangka kepentingan pengumpulan data, teknik yang digunakan dapat berupa kegiatan:
a. Observasi,
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap subjek (partner penelitian) dimana sehari-hari mereka berada dan biasa melakukan aktivitasnya.  Pemanfaatan teknologi informasi menjadi ujung tombak kegiatan observasi yang dilaksanakan, seperti pemanfaatan  Tape Recorder dan Handy Camera.
b. Wawancara,
Wawancara yang dilakukan adalah untuk memperoleh makna yang rasional, maka observasi perlu dikuatkan dengan wawancara.  Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan dialog langsung dengan sumber data, dan dilakukan secara tak berstruktur, dimana responden mendapatkan kebebasan dan kesempatan untuk mengeluarkan pikiran, pandangan, dan perasaan secara natural.  Dalam proses wawancara ini didokumentasikan dalam bentuk catatan tertulis dan  Audio Visual, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kebernilaian dari data yang diperoleh.
c. Studi Dokumentasi,
Selain sumber manusia (human resources) melalui observasi dan wawancara sumber lainnya sebagai pendukung yaitu dokumen-dokumen tertulis yang resmi ataupun tidak resmi.  
7) Persoalan etika dalam penelitian
Peneliti akan berhubungan dengan orang-orang, baik secara perorangan maupun secara kelompok atau masyarakat, akan bergaul, hidup, dan merasakan serta menghayati bersama tatacara dan tatahidup dalam suatu latar penelitian. Persoalan etika akan muncul apabila peneliti tidak menghormati, mematuhi dan mengindahkan nilai-nilai masyarakat dan pribadi yang ada. Dalam menghadapi persoalan tersebut peneliti hendaknya mempersiapkan diri baik secara fisik, psikologis maupun mental.
B) LAPANGAN
1) Memahami dan memasuki lapangan
Memahami latar penelitian; latar terbuka; dimana secara terbuka orang berinteraksi sehingga peneliti hanya mengamati, latar terttutup dimana peneliti berinteraksi secara langsung dengan orang. Penampilan, Menyesuaikan penampilan dengan kebiasaan, adat, tata cara, dan budaya latar penelitian. Pengenalan hubungan peneliti di lapangan, berindak netral dengan peranserta dalam kegiatan dan hubungan akrab dengan subjek. Jumlah waktu studi, pembatasan waktu melalui keterpenuhan informasi yang dibutuhkan.
2) Aktif dalam kegiatan (pengumpulan data)
Pendekatan kualitatif yang dipergunakan beranjak dari bahwa hasil yang diperoleh dapat dilihat dari proses secara utuh, untuk memenuhi hasil yang akurat maka pendekatan ini  menempatkan peneliti adalah instrumen utama dalam penggalian dan pengolahan data-data kualitatif yang diperoleh.  Berbeda dengan
pendekatan kuantitatif yang menafsirkan data-data kuantitatif (angka-angka) dari alat yang berupa angket, penelitian kualitatif atau sering disebut dengan metode naturalistik memiliki karakteristik sebagai berikut :
 Data diambil langsung dari setting alami;
 Penentuan sampel secara purposif;
 Peneliti sebagai instrumen pokok;9
 Lebih menekankan pada proses dari pada produk, sehingga bersifat deskriptif analitik;
 Analisa data secara induktif atau interpretasi bersifat idiografik, dan;
 Menggunakan makna dibalik data (Nasution, 1988;9).
C) PENGOLAHAN DATA
1. Reduksi Data
Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yang terperinci.  Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting. Data hasil mengihtiarkan dan memilah-milah berdasarkan satuan konsep, tema, dan kategori tertentu akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan juga  mempermudah peneliti untuk mencari kembali data sebagai tambahan atas data sebelumnya yang diperoleh jika diperlukan. 
2. Display Data
Data yang diperoleh dikategorisasikan menurut pokok permasalahan dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga memudahkan peneliti untuk melihat polapola hubungan satu data dengan data lainnya.
3. Analisis Data
Contoh analisis data yang dipergunakan seperti model  Content Analisis, yang mencakup kegiatan klarifikasi lambang-lambang yang dipakai dalam komunikasi, menggunakan kriteria-kriteria dalam klarifikasi, dan menggunakan teknik analisis dalam memprediksikan.  Adapun kegiatan yang dijalankan dalam proses analisis ini meliputi : (1) menetapkan lambang-lambang tertentu, (2) klasifikasi data berdasarkan lambang/simbol dan, (3) melakukan prediksi atas data.   
4. Mengambil Kesimpulan dan Verifikasi
Dari kegiatan-kegiatan sebelumnya, langkah selanjutnya adalah menyimpulkan dan melakukan verifikasi atas data-data yang  sudah diproses atau ditransfer kedalam bentuk-bentuk yang sesuai dengan pola pemecahan permasalahan yang dilakukan.
5. Meningkatkan Keabsahan Hasil
1) Kredibilitas (Validitas Internal)
Keabsahan atas hasil-hasil penelitian dilakukan melalui : Meningkatkan kualitas keterlibatan peneliti dalam kegiatan di lapangan;
Pengamatan secara terus menerus; Trianggulasi, baik metode, dan sumber untuk mencek kebenaran
data dengan membandingkannya dengan data yang diperoleh sumber lain, dilakukan, untuk mempertajam tilikan kita terhadap hubungan sejumlah data;
Pelibatan teman sejawat untuk berdiskusi, memberikan masukan dan kritik dalam proses penelitian;
Menggunakan bahan referensi untuk meningkatkan nilai kepercayaan akan kebenaran data  yang diperoleh, dalam bentuk  rekaman, tulisan, copy-an , dll;
Membercheck, pengecekan terhadap hasil-hasil yang diperoleh guna perbaikan dan tambahan dengan kemungkinan kekeliruan atau kesalahan dalam memberikan data yang dibutuhkan peneliti.
2) Transferabilitas
Bahwa hasil penelitian yang didapatkan dapat diaplikasikan oleh pemakai penelitian, penelitian ini memperoleh tingkat yang tinggi bila para pembaca laporan memperoleh gambaran dan pemahaman yang jelas tentang konteks dan fokus penelitian.
3) Dependabilitas dan Conformabilitas
Dilakukan dengan audit trail berupa komunikasi dengan pembimbing dan dengan pakar lain dalam bidangnya guna membicarakan 11 permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam penelitian berkaitan dengan data yang harus dikumpulkan.
6. Narasi Hasil Analisis
Pembahasan dalam penelitian kualitatif menyajikan informasi dalam bentuk teks tertulis atau bentuk-bentuk gambar mati atau hidup seperti foto dan video dan lain-lain. Dalam menarasikan data kualitatif ada beberap hal yang perlu diperhatikan yaitu; 1) Tentukan bentuk (form) yang akan digunakan dalam menarasikan data. 2) Hubungkan bagiamana hasil yang berbentuk narasi itu menunjukan tipe/bentuk keluaran yang sudah di disain sebelumnya, dan. 3) Jelaskan bagimana keluaran yang berupa narasi itu mengkoparasikan antara teori dan literasi-literasi lainnya yang mendukung topik.
7. KESIMPULAN
Tahap-tahapan dalam penelitian kualitatif mengikuti langkah-langkah sebagai berikut;
1) Pra-Lapangan
Menyusun rancangan
Memilih lapangan
Mengurus perijinan
Menjajagi dan menilai keadaan
Memilih dan memanfaatkan infoirman
Menyiapkan instrumen
Persoalan etika dalam lapangan
2) Lapangan
Memahami dan memasuki lapangan
Pengumpulan data
3) Pengolahan Data
Reduksi data
Display data
Analisis12
Mengambil kesimpulan dan verifikasi
Meningkatkan keabsahan
Narasi hasil
8. DAFTAR  PUSTAKA
Berg, B. (1989). Qualitative Research Methods for the Social Sciences. Boston: Allyn & Bacon.
Bungin, Burhan, (2003),  Analisis Data Penelitian Kualitatif ; Pemahaman Filosofis dan Metodologis kearah Penguasaan  Model Aplikasi, Jakarta : PT. Raja Grafindo persada.
Creswell, John W., (1994),  Research Design ; Qualitative and Quantitative Approaches, California : SAGE Publications. ……………………., (1994),  Qualitative Inquiry and Research Design ; Choosing Among Five Traditions, California : SAGE Publications.
Faisal, Sanafiah, (1990), Penelitian Kualitatif ; dasar dan aplikasi, Malang : Y A 3 Malang. 
Miles, Mathew B., and huberman A. Maichel, (1992), Analisis Data Kualitatif ; Buku Sumber Tentang  Metode-metode Baru (Penerjemah Tjetjep Rohendi Rohidi), jakarta : UI-PRESS.
Miles, M. & M. Huberman. (1994). Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks, CA: Sage.
Moleong, Lexy J., (2001), Metodologi Penelitian Kualitatif, bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Muhadjir, Noeng, (2000), Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta : Rake 
Sarasin. Straus, Anselm & Corbin, Juliet, (2003),  Dasar-dasar penelitian Kualitatif ; Tatalangkah dan Teknik-teknik Teoritis Data (Penerjemah Muhammad Sodiq dan Imam Muttaqien), Yogyakarta : Pustaka
Pelajar.
Strauss, A. (1987).  Qualitative Analysis for Social Scientists. NY: Cambridge Univ. Press.